LIFESTYLE

10 Blog Lifestyle Terbaik untuk Diikuti dan Wajib Dibaca (2026)

Giovanni Farrel

Internet menghasilkan jutaan kata tentang cara hidup yang baik setiap hari, dan entah bagaimana kebanyakan orang tetap berakhir dengan lemari penuh baju yang jarang dipakai dan puluhan tab yang tidak pernah ditutup. Itu pencapaian yang mengesankan dalam arti yang paling melelahkan.

Masalahnya bukan kekurangan blog lifestyle, melainkan kelebihan. Saat riset untuk tulisan ini, saya menemukan satu daftar "blog terbaik" yang berisi 31 blog pilihan, dan daftar lain yang memuat 90 blog. Kalau semuanya memang yang terbaik, kata "terbaik" sudah kehilangan arti.

Karena itu saya memakai tiga saringan: blognya sudah bertahan lama, punya sudut pandang yang jelas, dan masih terbit. Bukan yang pengikutnya paling banyak, dan bukan yang fotonya paling rapi. Salah satu daftar pembanding saya disusun berdasarkan relevansi konten, keahlian, frekuensi terbit, dan kesegaran konten. Satu catatan penting: semua blog di bawah berbahasa Inggris, jadi fitur terjemahan browser akan berguna.

1. A Cup of Jo

Joanna Goddard memulai blog ini pada 2007 sebagai hobi akhir pekan. Awalnya isinya catatan pendek tentang hal-hal menarik yang ia temukan di internet. Sekarang ia menyebutnya majalah online dengan esai panjang, tur rumah, tutorial kecantikan, dan wawancara karier.

Topiknya luas: mode, kecantikan, desain, makanan, perjalanan, hubungan, dan keibuan. Artinya kamu bisa datang untuk resep dan pulang membawa esai tentang hubungan. Itu bukan kekurangan. Begitulah cara kerja blog yang lahir dari rasa penasaran satu orang, bukan dari kalender editorial yang kaku.

Untuk yang lebih suka bacaan di kotak masuk, tersedia newsletter bernama Big Salad. Cocok untuk pembaca yang ingin satu blog menggantikan lima majalah, dan tidak keberatan kalau salah satunya membuat kamu ingin merenovasi dapur.

2. Camille Styles

Camille Styles adalah publikasi lifestyle harian yang membahas desain, mode, menjamu tamu, makanan, gaya, perjalanan, dan kesehatan. Kata "harian" penting di sini. Kamu hampir tidak akan kehabisan bacaan, dan itu bisa jadi kabar baik sekaligus ancaman bagi jam tidur.

Kalau harus memilih satu pintu masuk, mulailah dari desain dan urusan menjamu tamu. Keduanya adalah dua hal yang biasanya membuat orang panik menjelang akhir pekan. Anggap isinya sebagai kumpulan ide untuk dicoba satu per satu, bukan daftar tugas.

Blog dengan visual serapi ini gampang membuat rumah sendiri terasa berantakan. Ambil idenya, bukan tekanannya. Rumah yang layak ditinggali tidak harus layak difoto.

3. mindbodygreen

mindbodygreen menyebut dirinya media lifestyle yang membahas mindfulness, kesehatan, makanan, gerak tubuh, kecantikan, rumah, isu sosial, pengasuhan, dan hubungan. Misinya ambisius: membantu orang hidup baik secara mental, fisik, spiritual, emosional, sekaligus lingkungan. Itu daftar tugas yang cukup panjang untuk satu blog.

Karena cakupannya luas, jangan membacanya sekaligus. Pilih satu topik yang sedang terasa paling mendesak, misalnya gerak tubuh atau makanan, lalu berhenti di sana sampai kebiasaannya benar-benar berjalan. Mengubah delapan hal sekaligus biasanya berakhir dengan mengubah nol.

Bagus sebagai bacaan awal untuk topik kesehatan dan kesejahteraan. Untuk keputusan yang menyangkut tubuh kamu, tetap tanyakan ke tenaga medis, bukan ke artikel.

4. Zen Habits

Leo Babauta meluncurkan Zen Habits pada Februari 2007, dan topiknya mencakup menyederhanakan hidup, hidup hemat, kebahagiaan, motivasi, melunasi utang, makan sehat, dan membangun kebiasaan. Majalah Time pernah memasukkannya ke daftar 25 blog terbaik untuk 2009, lalu menempatkannya di urutan teratas pada 2010.

Bagian yang menarik adalah arah blognya. Sampai sekitar 2010, isinya banyak tentang produktivitas dan keteraturan. Lalu pada 2011 ia menulis pos berjudul "Toss Productivity Out" yang mendorong pembaca menyederhanakan hidup ketimbang menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Di dunia yang menjual produktivitas seperti barang dagangan, itu sikap yang cukup langka.

Blog ini dilepas ke domain publik pada Januari 2008, jadi gagasannya memang dimaksudkan untuk dibagikan bebas. Bacalah satu pos, lalu coba satu kebiasaan kecil. Jangan membuat sistem baru untuk mengelola kebiasaan kamu, karena itu justru kebalikan dari maksud blog ini.

5. The Blonde Abroad

The Blonde Abroad adalah blog perjalanan dan lifestyle untuk perempuan yang bepergian sendirian, dan sudah meraih penghargaan. Isinya tips perjalanan, panduan mengemas barang, tips anggaran, mode, festival, dan fotografi.

Panduan mengemas dan anggaran adalah dua bagian yang menentukan apakah sebuah rencana menjadi tiket atau tetap menjadi tangkapan layar. Banyak mimpi perjalanan berhenti bukan karena kurang niat, tetapi karena tidak ada yang menghitung ongkosnya.

Cocok untuk yang bermimpi berangkat sendirian tetapi masih ragu di bagian "sendirian". Kamu tidak harus langsung ke luar negeri. Pola perencanaannya bisa kamu pakai untuk akhir pekan di kota sebelah.

6. A Beautiful Mess

Blog ini didirikan dua saudari, Elsie Larson dan Emma Chapman, yang mengajak orang mendekorasi rumah lewat proyek DIY dan kerajinan. Elsie mendirikannya pada 2007, dan isinya mencakup kerajinan tangan, fotografi, pakaian, resep, dan tren.

Skalanya sulit diabaikan: mereka sudah menulis lebih dari tujuh ribu pos. Produktivitas semacam itu patut dicurigai sekaligus dikagumi. Mereka juga menerbitkan buku dekorasi rumah yang memuat lebih dari 90 proyek DIY.

Podcast mereka pun masih terbit, dengan episode bertanggal Juni 2026. Kalau kamu mengira DIY berarti harus punya bengkel, blog ini cukup meyakinkan bahwa yang kamu butuhkan biasanya cuma satu sudut dan sedikit keberanian.

7. Harvard Health Blog

Blog ini berasal dari Harvard Health Publishing dan berisi artikel para dokter dari Harvard Medical School tentang riset medis. Kalau kamu ingin gaya hidup sehat tanpa mitos, di sinilah tempat yang masuk akal.

Nadanya tidak seasyik blog lain di daftar ini, tetapi itulah gunanya. Sesekali kamu memang perlu bacaan yang tidak sedang menjual apa pun. Jadikan ia tempat mengecek klaim kesehatan yang kamu temukan di blog lain, termasuk beberapa yang ada di daftar ini.

Ingat bahwa artikel umum tidak bisa menggantikan pemeriksaan pribadi. Gunakan sebagai bahan untuk bertanya lebih baik kepada dokter, bukan untuk mendiagnosis diri sendiri.

8. Sunny Side Up

Erin memulainya sebagai jurnal untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman, lalu berkembang menjadi blog lifestyle tentang semua hal yang ia sukai. Asal-usul yang sederhana seperti itu jarang berakhir sebagai proyek yang terlalu dipoles.

Topiknya berpusat pada organisasi rumah, dekorasi, dan mode. Blog ini juga muncul di daftar 80 blog lifestyle untuk 2026, yang menunjukkan ia masih diperhitungkan.

Skalanya personal, dan itu justru daya tariknya. Cocok untuk yang bosan dengan rumah orang lain yang terlalu sempurna dan ingin melihat bagaimana seseorang merapikan hidupnya sedikit demi sedikit.

9. Goop

Gwyneth Paltrow memulai Goop dari dapurnya pada 2008 sebagai newsletter nutrisi mingguan. Edisi pertamanya berisi dua resep dan dikirim ke 11.000 pelanggan. Dari dapur ke merek global, itu perjalanan yang lebih jauh daripada kebanyakan resep.

Kini Goop menjadi merek lifestyle dengan panduan perjalanan, kecantikan, mode, dekorasi rumah, dan produk kesehatan. Perlu dibedakan antara blog yang berbagi ide dan merek yang berjualan, karena keduanya bisa terlihat sama di layar.

Karena bisnisnya berjualan, baca dengan kritis, terutama klaim kesehatannya. Pakai sebagai sumber inspirasi, lalu cek klaimnya ke sumber medis sebelum mengeluarkan uang.

10. Momtrends

Nicole meluncurkan Momtrends pada 2007 untuk menginspirasi dan mengedukasi para ibu. Isinya saran seputar mode dan kecantikan ibu, perjalanan, serta dekorasi rumah.

Ia juga menerbitkan buku berjudul Mom Boss: Balancing Entrepreneurship, Kids & Success untuk mendorong lebih banyak perempuan berwirausaha. Jadi blog ini tidak hanya bicara soal mengurus anak, tetapi juga soal membangun usaha di sela-sela mengurus anak.

Untuk para ibu yang ingin bacaan praktis tanpa harus merasa jadi orangtua sempurna. Kalau kamu sedang mengurus anak sambil berpikir membangun sesuatu sendiri, blog ini mungkin terasa seperti teman ngobrol yang sudah lebih dulu lewat.

kesimpulan

Jangan ikuti semuanya. Pilih dua atau tiga yang cocok dengan hidup kamu sekarang, bukan hidup yang ingin kamu pamerkan. Bukan karena blog lain jelek, dan bukan karena kamu malas. Perhatian adalah satu-satunya hal yang tidak bisa diunduh ulang.

Mulailah dengan satu blog selama dua minggu. Perhatikan apakah kamu benar-benar mencoba sesuatu setelah membacanya, atau hanya merasa produktif karena sudah membaca. Kalau jawabannya yang kedua, ganti blognya.

Blog lifestyle yang baik seharusnya membuat hidup kamu sedikit lebih ringan, bukan menambah satu lagi hal yang harus dikejar.

Tags: LIFESTYLE
Share: Copied!

Written by Giovanni Farrel

Author

Curating spaces and thoughts for a minimalist lifestyle. Believes firmly in quality over quantity.